{"id":835,"date":"2012-08-20T02:01:19","date_gmt":"2012-08-20T02:01:19","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.situsteknik.com\/?p=835"},"modified":"2012-09-03T20:18:41","modified_gmt":"2012-09-03T20:18:41","slug":"mutu-beton-untuk-tiang-bor-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/?p=835","title":{"rendered":"Mutu Beton Untuk Tiang Bor di Jakarta"},"content":{"rendered":"<a class=\"wpptopdf\" target=\"_blank\" rel=\"noindex,nofollow\" href=\"https:\/\/blog.situsteknik.com\/?p=835&format=pdf\" title=\"Download PDF\"><img decoding=\"async\" alt=\"Download PDF\" src=\"http:\/\/blog.situsteknik.com\/wp-content\/plugins\/wp-post-to-pdf\/asset\/images\/pdf.png\"><\/a>\n<!-- Quick Adsense WordPress Plugin: http:\/\/quicksense.net\/ -->\n<div style=\"float:none;margin:10px 0 10px 0;text-align:center;\">\n<script type=\"text\/javascript\"><!--\r\ngoogle_ad_client = \"ca-pub-1978955812064543\";\r\n\/* situsteknik_728x90 *\/\r\ngoogle_ad_slot = \"8726851317\";\r\ngoogle_ad_width = 728;\r\ngoogle_ad_height = 90;\r\n\/\/-->\r\n<\/script>\r\n<script type=\"text\/javascript\"\r\nsrc=\"http:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/show_ads.js\">\r\n<\/script>\n<\/div>\n<div class=\"pf-content\"><p><em><strong>Oleh spl<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Akhir-akhir ini penulis menjumpai dipakainya mutu beton fc = 25 Mpa untuk tiang bor tanpa tambahan spesifikasi persyaratan kadar semen, rasio air semen maupun boleh atau tidak dipakainya fly-ash. Oleh karena itu, persyaratan yang diminta seakan-akan hanya kekuatan betonnya saja. Selain kekuatan beton, sebenarnya masih ada karakteristik beton untuk fondasi tiang bor yang baik yang perlu diperhatikan, yaitu :<br \/>\n1. Waktu mengerasnya beton harus cukup lama sampai pembetonan setiap tiang dapat diselesaikan seluruhnya dan tidak diberhentikan ditengah jalan<br \/>\n2. &#8220;Slump&#8221; beton harus cukup besar untuk menjamin &#8220;workability&#8221; dan plastisitas beton agar campuran beton dapat lancar mengalir melalui tremie kedalam dasar lubang, serta mendesak endapan dan betonnya keatas dari dasar lubang fondasi<br \/>\n3. Kemampuan &#8220;self compaction under self-weight&#8221;; hal ini disebabkan karena beton dalam lubang praktis tidak dapat di vibrasi untuk mencapai kepadatan beton minimum yang diperlukan; paling-paling yang masih dapat dilakukan adalah pengecoran beton sambil menaik turunkan tremie<br \/>\n4. Ketahanan terhadap segregasi unsur-unsur beton<br \/>\n5. Ketahanan terhadap pengaruh agresif tanah dan air tanah<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><strong>Kekuatan Beton<\/strong><br \/>\nSebagaimana umum mengetahui, kekuatan sebenarnya dari beton yang dicor dalam air pasti berkurang dibanding ketika diambil contohnya dari truk beton-mixer. Jadi jika disyaratkan beton Fc = 25 Mpa, nyatanya setelah terpasang mutu kekuatannya akan berkurang dari 25 MPa; besarnya kekurangan kekuatan tergantung sekali dari campuran beton, terutama banyaknya semen yang dipakai. Campuran beton yang memakai fly-ash diperkirakan akan mengalami pengurangan kekuatan yang lebih besar disbanding campuran beton yang tidak memakai fly-ash. Besarnya pengurangan kekuatan dapat diperkirakan dari ketentuan D.O.T Washington State Amerika (1), dimana untuk desain hanya boleh dipakai dasar kekuatan 0,85 Fc ; berati kekuatanya harus dihitung berkurang 15 persen.<\/p>\n<p><strong>Waktu Pengerasan yang Ditunda (delayed setting)<\/strong><br \/>\nHal ini kiranya diketahui dan dipatuhi oleh semua supplier beton untuk fondasi tiang bor; karena dampaknya langsung dirasakan. Untuk mencapai tujuan ini, biasanya perlu menggunakan additive pada campuran beton. Jika hal ini tidak dipikirkan hati-hati, kemungkinan akan terjadi penurunan kekuatan betonnya.<\/p>\n<p><strong>Plastisitas atau Workability<\/strong><br \/>\nUntuk menaikkan plastisitas\/workability , para ahli sering menggunakan fly-ash untuk campuran beton. Oleh karena itu dengan syarat &#8220;slump&#8221; yang tinggi (biasanya .&gt;17 cm), tentu supply beton ingin menggunakan fly-ash agar lebih hemat; padahal penggunaan fly-ash untuk beton yang dicor dalam air buruk pengaruhnya terhadap kekuatan beton.<\/p>\n<p><strong>Self Compaction Under Self Weight<\/strong><br \/>\nDalam praktek pengecoran beton, umumnya digunakan getaran (alat vibrasi ) agar beton menjadi lebih padat.<br \/>\nOleh karena vibrasi tidak dapat dilakukan pada pengecoran beton tiang bor; maka campuran beton harus dibuat sedemikian rupa sehingga betonnya bersifat self-compactionunder self-weight.<\/p>\n<p><strong>Ketahanan Terhadap Segregasi<\/strong><br \/>\nHal ini tercermin dalam penggunaan tremie dengan diameter pipa sekitar<br \/>\n20 &#8211; 25 cm untuk pengecoran , namun persyaratan campuran beton juga harus memenuhi syarat tertentu.<\/p>\n<p><strong>Ketahanan Terhadap Pengaruh Agresif Tanah dan Air Tanah<\/strong><br \/>\nFondasi tiang bor akan selalu berada dalam tanah, oleh karena itu harus tahan terhadap zat zat agresif yang mungin trdapt dalam tanah atau air tanah.<br \/>\nDari uraian tersebut diatas, semuanya mengarah pada perlunya kadar yang cukup dalam campuran beton; sehingga himpunan profesi seperti HATTI kiranya dapat membuat pedoman kadar semen minimum yang harus dipakai untuk tiang bor di Indonesia.<\/p>\n<p><em>Sebagai penutup, dapat dirujuk peraturan yang berlaku diluar negeri; antara lain dari daftar referensi dibawah ini ;<\/em><br \/>\n1. Design Memorandum dari Chief Eng . Washington State Dept. of Transportation kepada kepada seluruh design staff ttg 22 Juli, 2008.<br \/>\n2. Thasnanipan N, et al ( 2000 ) &#8221; Concrete for wet processed bored pils.&#8221; Proceeding of the GEOTECH &#8212; YEAR 2000 ; Edited by A.S. BALAUBRAMANIAN, Thailand.<br \/>\n3. Eng. Siamu.ac.th\/eng &#8211;\/course &#8211; 153324.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"font-size:0px;height:0px;line-height:0px;margin:0;padding:0;clear:both\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh spl Akhir-akhir ini penulis menjumpai dipakainya mutu beton fc = 25 Mpa untuk tiang bor tanpa tambahan spesifikasi persyaratan kadar semen, rasio air semen maupun boleh atau tidak dipakainya fly-ash. Oleh karena itu, persyaratan yang diminta seakan-akan hanya kekuatan &hellip; <a href=\"https:\/\/blog.situsteknik.com\/?p=835\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/835"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=835"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":849,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/835\/revisions\/849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}