{"id":844,"date":"2012-09-03T20:15:33","date_gmt":"2012-09-03T20:15:33","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.situsteknik.com\/?p=844"},"modified":"2012-09-03T20:18:29","modified_gmt":"2012-09-03T20:18:29","slug":"runtuhnya-jembatan-di-harbin-china","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/?p=844","title":{"rendered":"Runtuhnya Jembatan di Harbin, China"},"content":{"rendered":"<a class=\"wpptopdf\" target=\"_blank\" rel=\"noindex,nofollow\" href=\"https:\/\/blog.situsteknik.com\/?p=844&format=pdf\" title=\"Download PDF\"><img decoding=\"async\" alt=\"Download PDF\" src=\"http:\/\/blog.situsteknik.com\/wp-content\/plugins\/wp-post-to-pdf\/asset\/images\/pdf.png\"><\/a>\n<!-- Quick Adsense WordPress Plugin: http:\/\/quicksense.net\/ -->\n<div style=\"float:none;margin:10px 0 10px 0;text-align:center;\">\n<script type=\"text\/javascript\"><!--\r\ngoogle_ad_client = \"ca-pub-1978955812064543\";\r\n\/* situsteknik_728x90 *\/\r\ngoogle_ad_slot = \"8726851317\";\r\ngoogle_ad_width = 728;\r\ngoogle_ad_height = 90;\r\n\/\/-->\r\n<\/script>\r\n<script type=\"text\/javascript\"\r\nsrc=\"http:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/show_ads.js\">\r\n<\/script>\n<\/div>\n<div class=\"pf-content\"><p><em><strong>Oleh  spl<\/strong><em><\/em><\/p>\n<p>       Berita musibah semacam ini selalu membuat ahli Teknik Sipil merasa was-was dan sedih. Dalam  dunia konstruksi, kita memang mengenal Murphy&#8217;s Law yang berbunji: &#8220;If anything can go wrong, it will&#8221;.  Oleh karena itu, dalam melaksanakan suatu rencana bangunan, telah dicoba penjagaan\/pengawasan berlapis- lapis. Perhitungan perencanaan yang dibuat oleh seorang insinyur, biasanya dicek lagi oleh insinyur lain yang lebih senior sebelum digambar. Setelah selesai penggambaran, gambar diperiksa lagi oleh ahli lain.  <\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Pada waktu pelaksanaan, rencana dan gambarnya biasanya diperiksa lagi oleh petugas ahli yang akan mengawasi pembangunan dan sebelum dilaksanakan, petugas ahli dari pihak kontraktor juga diwajibkan  melihat jika ada kejanggalan dalam gambar rencana. Jika dianggap ada kejanggalan, hal itu harus dilaporkan ke pengawas dan akan diteruskan kepada perencana agar diperiksa ulang dan diperbaiki jika  perlu. Namun karena rumitnya suatu perencanaan dan kurangnya waktu karena  diburu-buru oleh deadline, maka kemungkinan kesalahan bisa saja terjadi. Hal ini tentunya masih banyak lagi faktor yang bisa  mempengaruhi seperti kealpaan seseorang; baik karena kurangnya keahlian, kurangnya fokus pada pekerjaan  atau hal-hal lain.<\/p>\n<p>       Dari sumber lain, terbetik berita bahwa untuk tahun ini, mungkin sudah ada sekitar 5 jembatan lain yang roboh di RRT. Kalaupun hal ini benar, kiranya tidak bisa serta merta kita mencap bahwa  kualitas pembangunan jembatan di RRT payah. Ada statistik pejabat kementerian perhubungan RRT (Prof  Maorun Feng) yang dapat diunduh dari internet mengenai pembangunan jembatan di RRT yang akan disitir  disini. Pada tahun 1978, RRT mempunyai 128.210 jembatan jalan raya dengan panjang total 328,3 km dan  jembatan kereta api 26.139 bh dengan panjang total 109.9 km. Dalam kurun waktu 3 dekade mulai dari  tahun 1979 sampai tahun 2008, dibangun rata-rata 16.000 jembatan per tahun, sehingga pada akhir tahun 2008, RRT mempunyai 594.604 bh jembatan jalan raya dan 52.355 bh jembatan kereta api. Besarnya angka  pembangunan ini memang sangat menakjubkan, meskipun ini bukan alasan untuk boleh membangun secara  gegabah.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"font-size:0px;height:0px;line-height:0px;margin:0;padding:0;clear:both\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh spl Berita musibah semacam ini selalu membuat ahli Teknik Sipil merasa was-was dan sedih. Dalam dunia konstruksi, kita memang mengenal Murphy&#8217;s Law yang berbunji: &#8220;If anything can go wrong, it will&#8221;. Oleh karena itu, dalam melaksanakan suatu rencana bangunan, &hellip; <a href=\"https:\/\/blog.situsteknik.com\/?p=844\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,13],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/844"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=844"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":848,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/844\/revisions\/848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.situsteknik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}