Masalah Menentukan Besarnya Gaya Gempa Dasar

Download PDF

oleh spl

Pada peraturan gempa yang menganut dasar “ force –based design “ termasuk SNI 03-1726-2002; besarnya gaya gempa dasar yang dihitung dengan cara statik ekivalen masih digunakan sebagai pembatas besar minimum gaya gempa rencana yang harus dipakai untuk merencanakan bangunan tahan gempa. Rumus gaya gempa dasar tersebut adalah :

Vi = (C_1.I)/R x Wt ……………….. dimana :
Continue reading “Masalah Menentukan Besarnya Gaya Gempa Dasar” »

Soft-Skill Untuk Karir Ahli Teknik

Download PDF

oleh spl

Keahlian ahli teknik dapat dibedakan antara Hard-skill dan Soft-skill. Hard-skill adalah keahlian teknik dibidang tertentu yang kita pelajari dalam jurusan di fakultas teknik, sedang soft-skill adalah keahlian kita dalam mensosialisasikan hubungan antar manusia dalam masyarakat. Dalam arti sempit, soft-skill merupakan kemampuan kita dalam hubungan dan komunikasi dengan orang2 yang terkait dengan pekerjaan kita, mulai dari teman kerja, atasan , rekan kerja dalam proyek ataupun relasi kita dari pihak pemberi tugas/client.

Continue reading “Soft-Skill Untuk Karir Ahli Teknik” »

Top Structural Engineering Firm di USA

Download PDF

oleh spl

Dalam edisi Juli 2011, majalah Structural Engineer memuat daftar 20 top structural engineering firm di USA. Tidak terlalu jelas apa kriteria pemilihanya, tetapi terlepas dari hal itu; kiranya ada hal2 yang menarik untuk disimak. Dari daftar 10 besar, cukup banyak yang kita di Indonesia mengenalnya. Contohnya : TY. Lin Int., Arup, Thornton Tomasetti inc., Wiss. Janey, Elster Assoc. Inc., .Walter P. Moore, Magnusson Klementic ass. Inc. dan Degenklob Engineer.

Continue reading “Top Structural Engineering Firm di USA” »

Lagi Lagi Jembatan Runtuh

Download PDF

oleh spl

           Koran  Kompas  tanggal  12  Desember 2011 memberitakan  robohnya  jembatan Marunda dijalan  Arteri  Marunda, Cincing  Jakarta  Utara.  Sebenarnya  mungkin  belum  dapat  disebut jembatan, karena  memang  baru  pada  taraf pelaksanaan  pemasangan  gelegar jembatanya. Jembatan ini direncanakan  sebagai jembatan gelegar beton  dengan  bentang  sekitar  31 meter  diatas  dua  tumpuan dan lebar  9 meter. Ada  6  buah  gelegar terbuat  dari  beton pra-tekan yang  akan  dipasang, berbentuk profil I dengan  tinggi  160 cm dan lebar flens 70  cm.  Profil  semacam  ini  memang  kuat  dalam  arah  sumbu  vertikal,  tetapi  lemah dalam  arah  sumbu  horizontal. Urutan  pemasanganya, mula-mula

Continue reading “Lagi Lagi Jembatan Runtuh” »

Usulan Kepada Panitia Penyelidik Runtuhnya Jembatan Kukar

Download PDF

oleh spl

Sehubungan dengan terjadinya keruntuhan jembatan gantung Kukar, pemerintah membentuk panitia penyelidik penyebab keruntuhan yang terutama (atau hanya?) terdiri dari ahli-ahli ITS, UGM dan ITB. Belum jelas berapa banyaknya anggota panitia dan dari bidang keahlian apa saja. Adanya kesempatan agar para ahli ikut menyumbangkan pemikirannya dalam perisitiwa yang langka ini patut dihargai; akan tetapi biar bagaimanapun jumlah anggota panitia “inti” perlu dibatasi agar penyelidikan berjalan effisien. Continue reading “Usulan Kepada Panitia Penyelidik Runtuhnya Jembatan Kukar” »

Komentar Berita Runtuhnya Jembatan Kukar

Download PDF

(Lihat berita “Keruntuhan Jembatan Gantung Kukar tanggal 26 September 2011″)

oleh spl

Tulisan ini tidak dimaksud menambah informasi yang membingungkan, tetapi justru ingin menyoroti mengapa bisa terjadi informasi yang demikian di bumi kita. Jika terjadi peristiwa musibah seperti ini, dapat dimengarti bahwa semua berlomba-lomba mendapatkan kabar paling aktuil. Dan kita biasanya tidak terlalu peduli kebenaranya. Bagi wartawan, keterangan dari petugas yang berwewenang atau yang dianggap ahli, disiarkan begitu saja tanpa ada usaha ” check and recheck”, meskipun tanggapan yang didapat sering tidak logis/tidak dalam konteks yang ditanyakan karena pertanyaannya mungkin juga tidak mengena. Tentunya ini ada kaitanya dengan tingkat pemahaman si penanya.

Continue reading “Komentar Berita Runtuhnya Jembatan Kukar” »

Tinjauan Ketentuan Pengaruh Gempa Pada Struktur Bawah Dari SNI 03-1726-2002

Download PDF

oleh spl dan hw

Tulisan ini pada dasarnya dapat dianggap sebagai lanjutan tulisan Limasalle, dkk mengenai “Ketentuan-ketentuan SNI 03-1726-2002 yang Perlu Diubah”. Ketentuan khusus tentang pengaruh gempa pada struktur bawah tercantum dalam pasal 9 dan lampiran B pada SNI 03-1726-2002 seperti telah disinggung pada tulisan sebelumnya. Pembahasan dilakukan dengan membandingkan ketentuan tersebut dengan peraturan terkait dari negara-negara lain dan tulisan ilmiah/hasil riset yang dipublikasikan, terutama peraturan UBC 1997 yan menjadi acuan utama SNI 03-1726-2002.
Continue reading “Tinjauan Ketentuan Pengaruh Gempa Pada Struktur Bawah Dari SNI 03-1726-2002” »

Perkiraan Daya Dukung Tiang

Download PDF

oleh spl

Di artikel ini kita membahas tentang rumus tahanan ultimit kulit tiang apakah mengasumsikan tahanan friksi kulit ultimit dapat bekerja bersamaan sekaligus pada kondisi beban ultimit. Bagaimana pendapat anda ?

Continue reading “Perkiraan Daya Dukung Tiang” »

Penyederhanaan Cara Perhitungan Struktur untuk Bangunan Tahan Gempa Tertentu

Download PDF

oleh rkg, as, dan spl

Peraturan SNI – 03 – 1726 – 2002 belum secara spesifik menentukan cara perhitungan struktur sederhana / bangunan rendah. Dalam ASCE 7-05 struktur jenis tersebut dapat dihitung dengan cara yang disederhanakan. Oleh karena itu penulis mencoba melakukan perhitungan untuk beberapa kasus struktur jenis-jenis ini dan dibandingkan dengan cara statik ekivalen menurut SNI – 03 – 1726 – 2002, untuk mengetahui kemungkinan adaptasi penggunaannya. Ternyata hasil perhitungan tersebut menunjukkan cara sederhana ASCE 7 – 05 pada umumnya lebih konservatif dari cara statik ekivalen SNI – 03 – 1726 – 2002. Dengan demikian dapat disarankan bahwa , cara yang sangat sederhana dari ASCE 7 – 05 untuk digunakan di Indonesia.

Continue reading “Penyederhanaan Cara Perhitungan Struktur untuk Bangunan Tahan Gempa Tertentu” »

Perubahan Provisi Peraturan Gempa untuk ASCE 7-05

Download PDF

oleh spl

Peraturan-peraturan gempa di dunia masih selalu diperbaharui sesuai temuan-temuan studi/pengamatan perilaku bangunan pada waktu terjadi gempa maupun temuan-temuan baru dari hasil riset yang menyakinkan. Di negara maju, pemasangan instrumen pada gedung-gedung di daerah rawan gempa dilakukan dengan intensif, sehingga perilaku sebenarnya dari gedung pada waktu terjadi gempa dapat dipelajari secara lebih efisien. Peraturan gempa Indonesia baru (SNI 1726-02) mengambil UBC’97 sebagai acuan utama. Oleh karena itu, perkembangan peraturan gempa yang banyak dipakai di Amerika Serikat harus pula menjadi perhatian para ahli struktur kita.

Download ChangeToTheSeismicProvisions_UpdateFormatAndContentForASCE7-05